Installasi dan Pengenalan Laravel
Publised: Minggu, 25 Mei 2025 | Author: Sherly Ananda Putri
Pada praktikum ini, tujuan dari Pembelajaran yaitu mahasiswa mampu installasi Laravel, membuat project baru Laravel,
mengenal struktur Laravel, konsep MVC laravel.
Tools yang saya gunakan:
- Komputer/Laptop
- XAMPP: Sebagai local web server untuk menjalankan PHP dan MySQL di komputer lokal.
- Visual Studio Code: Sebagai code editor untuk menulis skrip PHP dan HTML.
- Composer, Git, Node JS, NPM: Untuk manajemen paket dan dependensi.
Fitur-fitur pada Laravel
1. Eloquent ORM (Object-Relational Mapping):
Memudahkan operasi database dengan pendekatan OOP.
2. Blade Templating Engine:
Templating engine yang efisien dan bersih.
3. Artisan Console:
Command-line interface (CLI) yang disertakan dengan Laravel.
4. Routing:
Sistem perutean yang fleksibel memungkinkan untuk mendefinisikan URL aplikasi dan mengaitkannya dengan controller atau closure functions.
5. Middleware:
Digunakan untuk autentikasi, logging, validasi, dan tugas-tugas lain sebelum atau sesudah request ditangani oleh aplikasi.
6. Form Request Validation:
Memudahkan proses validasi data yang dikirim melalui form.
7. Security:
Fitur keamanan laravel.
8. Authentication & Authorization:
Menyediakan sistem otentikasi (login, registrasi, lupa kata sandi) dan otorisasi (hak akses pengguna) yang mudah diimplementasikan.
9. Testing:
Dukungan bawaan untuk berbagai jenis pengujian, termasuk unit testing, integration testing, dan end-to-end testing.
10. Queues:
Sistem antrian yang memungkinkan untuk menunda tugas-tugas yang memakan waktu
11. Caching:
Mendukung berbagai sistem caching (seperti Redis, Memcached, file) untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data yang sering diakses dalam memori.
12. Events & Listeners:
Implementasi dari pola Observer.
13. Notifications:
Memudahkan pengiriman notifikasi ke berbagai saluran, seperti email, SMS, database, atau layanan pihak ketiga.
14. Broadcasting:
Memungkinkan melakukan siaran event secara real-time melalui WebSockets.
15. Task Scheduling:
Memungkinkan menjadwalkan tugas-tugas cron menggunakan sintaks yang ekspresif dalam kode PHP.
16. Passport (OAuth2 Server):
Paket resmi untuk mengimplementasikan otentikasi OAuth2.
17. Sanctum (API Authentication):
Paket ringan untuk mengimplementasikan sistem otentikasi berbasis token untuk Single-Page Applications (SPAs), mobile applications, dan simple APIs.
18. Socialite (Social Authentication):
Memudahkan integrasi otentikasi dengan berbagai penyedia layanan OAuth seperti Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.
19. Filesystem:
Abstraksi untuk berinteraksi dengan berbagai sistem penyimpanan file, baik lokal maupun cloud (seperti Amazon S3 atau Google Cloud Storage).
20. Mail:
Memudahkan pengiriman email dengan dukungan untuk berbagai driver seperti SMTP, Mailgun, dan Amazon SES.
21. Pusher (Realtime Services):
Untuk menambahkanfitur realtime ke aplikasi.
22. Localization: (Realtime Services):
Memudahkan pembuatan aplikasi multibahasa dengan fitur untuk mengelola terjemahan.
23. Packages:
Memungkinkan dengan mudah menambahkan fungsionalitas tambahan ke aplikasi.
Langkah-langkah:
1. Instalasi XAMPP:
Menginstal XAMPP dari
apachefriends.org.
2. Instalasi Composer:
Diunduh dari
getcomposer.org sebagai package manager PHP.
3. Instalasi Git dan Node JS:
Install Git dari
git-scm.com dan
Install Node JS dari
nodejs.org .
4. Persiapan Project:
Buat folder laravel di
htdocs untuk persiapan project.
5. Konfigurasi Awal:
Sebelum membuat proyek Laravel kita harus menyiapkan terlebih dahulu
lingkungan development yang sesuai dengan persyaratan sistem.
Setelah tersintall semua, pastikan seluruh requirement Laravel terpenuhi seperti gambar berikut.
6. Membuat Project Laravel:
Untuk membuat project laravel, kita dapat menggunakan installer ataupun composer.
- Dengan laravel installer:
- ketik perintah berikut pada terminal
composer global require laravel/installer
- Buat project baru dengan perintah
laravel new example-app
- Dengan Composer:
- Buat project Laravel menggunakan perintah berikut.
composer create-project laravel/laravel=^versi namaproject --prefer-dist
Pada project ini saya menggunakan laravel installer.
7. Memulai Laravel
Untuk menjalankan project Laravel yang telah dibuat, gunakan perintah
php artisan serve
8. menjalankan Laravel
Buka folder example-app yang telah dibuat di text editor pilihan. Lihat apakah laravel sudah bisa digunakan.